Kontroversial, Dirugikan Wasit Peluang Timnas Putri Thailand berlaga di Olimpiade Rio 2016 Menipis





Kualfikasi Olimpiade Rio Brazil yang berlangsung di Jepang kemarin menyisakan Kontroversi yang hangat diperbincangkan. Bagaimana tidak, kemenangan di depan mata timnas Thailand harus pupus akibat dua kartu merah yang sangat tidak bisa diterima.

Untuk memberikan gambaran bagaimana  serunya pertandingan itu, kami sangat menyarankan Anda untuk menonton seluruh 5-set yang terjadi antara 2 tim yang berjuang untuk satu tempat di Olimpiade Tahun ini.

Pada set kekelima, lima set pertama yang terjadi pada pekan itu, dan menjadi duel epik yang berlangsung selama lebih dari dua jam.

Set kelima, adalah salah satu set yang paling luar biasa dari bola voli. Dan set ini Biasanya akan menguras emosi sebagian besar penonton yang menyaksikannya.

Thailand memimpin pertandingan set ke lima, dan mungkin tiket ke Rio sudah ada dalam genggaman mereka, dengan skor di 9-3. Tapi apa yang terjadi berikutnya adalah salah satu kejadian yang paling merugikan buat mereka dan merusak hakikat olahraga itu sendiri.

Dengan semua momentum, tim Thailand dan pelatih mereka ingin menyusun rencana agar tidak kehilangan set terakhir itu.

Namun, tindakan protes oleh pelatih kepada wasit yang menganggap pemain jepang melewati garis harus dibayar dengan harga yang mahal untuk Thailand; kartu merah pertama datang ketika mereka memimpin 12-7. Tapi bukannya berkonsentrasi pada penyegelan permainan, tim menjadi terganggu dan terus berdebat dengan para official pertandingan

Kartu merah kedua adalah tak terelakkan; itu datang ketika Thailand tertinggal 12-13, dan hampir dituntaskan tim Jepang. Bermula dari pergantian Setter yang dilakukan Thailand, wasit menganggap belum terjadi laporan untuk pergantian. hal ini dikarenakan sistem sekarang yang menggunakan Tablet elektronik untuk pergantian. padahal pelatih Thailand merasa sudah melakukannya dengan benar.

Setelah mendapatkan 2 kartu merah, kehilangan 2 poin serta pertandingan, pemain Thailand tidak bisa menyembunyikan emosi mereka tepat setelah. Gambar-gambar ini menunjukkan patah hati untuk ratu voli Asia Tenggara.

Pada Konfresnsi pers yang berlangsung, Thailand diwakili oleh Pelatih dan Kapten mereka.

Pelatih Thailand Radchatagriengkai:

"Saya ingin berterima kasih kepada pemain saya yang memberi semua kemampuan terbaik mereka malam ini. Kami akan memberikan yang terbaik di sisa pertandingan selanjutnya. para pemain ini adalah pahlawan saya. Dalam hidup saya hal seperti ini belum pernah terjadi. Saya telah menjadi pelatih voli selama 20 tahun dan tidak pernah melihat ini.

Aku bertanya mengapa panel sentuh tidak menampilkan perubahan anggota dan saya meminta klarifikasi dan saya diberi kartu merah. Kemudian saya bertanya lagi mengapa tablet tidak menampilkan anggota dan mendapat kartu merah kedua. Itu sangat tidak adil untuk tim Thailand .

Kami bermain dengan sportif. Penilaian ini tidak benar. pertandingan usai sekarang dan kami harus menerima hasil sistem yang harus dipertimbangkan kembali. Kita tidak bisa mengubah pemain meskipun pemain saya berada di daerah berubah. "

Kapten Thailand Thinkaow Pleumjit:

"Saya pikir pertandingan ini akan menjadi kenangan. Kedua tim menunjukkan pertunjukan besar. Saya pikir itu tidak adil. Kami masih memiliki pertandingan tersisa. Saya ingin sistem baru untuk dipertimbangkan kembali. Tim tidak digunakan untuk menggunakannya. Sistem ini telah menyebabkan kesalahan dalam permainan. "

Namun Tim Thailand Masih Memiliki kesempatan unuk berlaga di Olimpiade hanya jika salah satu skenario berikut terjadi:


  • Thailand Memenangkan semua 3 pertandingan berikutnya mereka versus Korea, Kazakhstan dan Peru.
  • Netherlands Kehilangan setiap pertandingan mereka versus Jepang, Italia dan Peru
  • Jepang Menang 2 dari mereka 3 pertandingan berikutnya lawan Italia, Belanda dan Republik Dominika.
  • Korea Menang 2 dari mereka 3 pertandingan berikutnya melawan Thailand, Peru dan Republik Dominika.

                   
Menyalahkan Teknologi?

Dalam beberapa pertandingan selama turnamen ini,beberapa tim telah mengalami ISU dengan tablet mereka dan bentuk-bentuk lain dari teknologi yang digunakan selama pertandingan.

Seperti apa kata pelatih Thailand selama press con, tablet-nya tidak bekerja dengan semestinya.Thim Thailand ingin sistem yang canggih ini untuk dipertimbangkan kembali dan dikaji ulang untuk menghindari situasi seperti terutama selama pertandingan yang menentukan.

Banyak yang tidak yakin jika staf pelatih akan dilatih untuk menggunakan sistem ini sebelum turnamen.

Hal Itu bisa membuktikan bahwa ada beberapa penundaan karena sistem tidak bekerja terutama selama substitusi. Pelatih Guidetti dari Belanda telah mengalami situasi yang sama.








Share Ya Harusnya Tayangan Kaya gini yang dibanyakin di TV Indonesia, biar anak-anak Termotivasi menjadi atlet

saori kimura

Tidak bisa dipungkiri, Media TV merupakan suatu tuntunan bagi anak zaman sekarang. dari mulai gaya baju, kuliner, sampai tempat wisata bisa menjadi hits akibat ditayangkan di tv. Namun jika melihat trend penurunan prestasi olahraga sekarang, bukan tidak mungkin akibat sedikitnya anak-anak yang bercita-cita menjadi atlet.

hal ini bisa disebabkan oleh sedikitnya Inspirasi anak-anak dalam olahraga akibat sedikitnya tayangan TV yang membahas tentang olahraga dan keseharian para Atlet. bagaimana mereka berlatih, bergaul dan bermain dalam turnamen. Mungkin Video di bawah ini bisa menjadi Inspirasi untuk stasiun tv nasional dalam mengemas tayangan olahraga yang berbeda. cek videonya berikut ini :



Dihuni Mayoritas Pemain Timnas, Jabar Targetkan Emas Voli Putri Indoor

Timnas voli saat berlaga di Singapura


Tim Bola Voli putri Jawa Barat siap tempur menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Apalagi, mayoritas skuat dihuni atlet Timnas voli putri Indonesia.
Dari 12 pemain yang akan tampil, sebagian di antaranya memiliki label atlet timnas voli Indonesia. Mereka adalah Komang Bumi Rekta, Pungky Afrecia, Wilda Nurfadhilah, Yola Yulliana, Amalia Fajrina, Tri Retno Mutiara, Agustin Wulandari, dan Putri Agustina, belum lagi nama-nama rising star macam Legisya Nurasia, dan libero mungil Tasya Muntaza yang kemarin mencuat sebagai Pemain termuda Proliga 2016.
Komang Bumi Rekta merasa bangga dengan skuat voli Jabar yang didominasi pemain Timnas Indonesia. Pevoli yang pada Proliga 2015 membela tim jakarta Pertamina Energi ini yakin dengan skuat sekarang bisa meraih medali emas di multievent olahraga nasional empat tahunan.
"Saya bersyukur dapat bergabung dengan tim voli Jawa Barat yang sebagian besar pemain Timnas, semoga dengan tim voli Jabar sekarang dapat memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat di PON XIX 2016 mendatang," ungkap dia dilansir LKBRN RRI.
Kendati demikian, tim bola voli Jabar tak mau jemawa. Dengan melihat skuatnya saat ini, Komang melihat justru ada beban yang mesti dipikul agar tim yang di asuh Risco Herlambang ini menampilkan permainan terbaiknya di setiap pertandingan. "Beban sih ada, tapi kita harus optimis bisa menampilkan permainan terbaik," pungkasnya.
Mayoritas nama-nama diatas merupakan pemain yang kemarin berlaga pada laga final proliga 2016 baik dari Electric ataupun Pertamina. sebut saja Yolla Yuliana, Wilda, Pungky Afrecia, di skuad electric, sementara Tri Retno Mutiara, Komang Bumi Rekta, Agustin wulandari, dan Putri Agustina di pertamina energi.

Beginilah Kerasnya latihan Libero Voli


Menjadi seorang pemain hebat harus dengan latihan yang sangat keras dan disiplin tinggi. serta tidak mudah puas ketika telah mendapatkan suatu prestasi. berikut ini adalah Video betapa kerasnya latihan libero Timnas Jepang hingga hampir pingsan.



Jadi buat para pemain yang masih belajar, jangan mudah putus asa ya, karena orang hebat digembleng dengan latihan yang keras.
baca juga : Rally Voli terpanjang di dunia

Demi Jabar Kahiji, Tim Voli Putri Jabar Try Out Ke Jepang

Tim Putri Jabar Pada Sea Games 2011. via Juaranews.com

BANDUNG – Tim Voli Indoor Putri Jawa Barat akan melakukan pemusatan latihan di Osaka Jepang untuk mempersiapkan diri menuju Jabar Kahiji di PON XIX/2016. Rencananya tim voli indoor yang saat ini atletnya tersebar di beberapa klub Proliga 2016 tersebut akan berangkat ke Negeri Matahari Terbit pada 15 Juli 2016.
Mereka akan melakukan latih tanding dengan tim liga mahasiswa di sana, tim junior, dan beberapa klub Jepang selama 10 hari. “Para atlet sekarang masih bergabung dengan klub masing-masing di Proliga 2016 sampai dengan tanggal 15 Mei 2016. Setelah itu istirahat sekitar seminggu, baru akhir Mei ini kita mulai TC,” kata Pelatih Voli Indoor Putri Jabar, Risco Herlambang.
Menurutnya, program pemusatan latihan sendiri nantinya akan mengalami perubahan waktu di bulan Ramadan. Biasanya, tim melakukan latihan sehari dua kali pagi dan sore, tetapi pada saat puasa atlet hanya akan berlatih sore hari.
Meski tersebar di beberapa klub yang sedang mengikuti proliga, Risco menilai tidak akan terlalu sulit untuk menyatukan kembali kebersamaan tim. “Sekarang para atlet bersaing membela klub masing-massing, jelas pasti ada gesekan-gesekan. Tinggal nanti tugas pelatih menyatukan lagi kebersamaan mereka dalam satu tim pelatda yang fokus tujuan untuk PON 2016,”ujarnya.
Ia mengaku, sudah memiliki gambaran peta kekuatan lawan yang akan dihadapi. Menurutnya, jika dilihat saat babak kualifikasi di Yogyakarta beberapa waktu lalu, tim DKI Jakarta mulai memperlihatkan kemajuan dibandingkan dengan Jawa Timur.
“Kita sudah lihat peta kekuatan, DKI Jakarta sudah mulai bagus meskipun Jatim terlihat ada penurunan. Selain itu juga Papua, Sulawesi Utara yang mayoritas pemainnya dari daerah Jawa. Jadi kita tidak bisa menganggap remeh mereka, kita tetap harus lebih siap dari mereka,”tandasnya.
Baca Juga : Dihuni Mayoritas Timnas jabar targetkan emas

sumber : balebandung.com

PROFIL THINKAW PLEUMJIT, QUICKER PUTRI TERBAIK ASIA TENGGARA

Thinkaw Pleumjit : nationmultimedia.com

Pleumjit Thinkaow  lahir Pada 09 November 1983,  dia adalah pemain voli Timnas Thailand. Pleumjit Memulai Debut internasional nya di SEA Games ke-21 di Malaysia. bersama Timnas, dia telah memenangkan berbagai piala. dan hampir berhasil lolos ke olimpiade rio andai saja timnas Thailand tidak dirugikan secara kontroversial oleh wasit.

Pleumjit dibesarkan di sebuah keluarga penggemar olahraga di Angthong (provinsi sekitar 100 km. Utara Bangkok), dan memiliki seorang kakak. Orangtuanya hanyalah pegawai negeri sipil biasa. Sebelum menjadi atlet voli nasional, dulu dia sempat bermain tenis meja, namun karena bermain tenis meja hanya single, dia akhirnya bosan dan memilih voli sebagai jalan hidupnya

Dia beralih ke voli mengikuti saran ayahnya yang mengatakan bahwa voli lebih menyenangkan dan lebih mungkin untuk menjadi populer. Setelah itu, pelatih voli dari Sekolah di Bangkok Bodindecha (Sing Singhaseni), sangat terkesan dengan permainannya, serta tinggi badan yang ideal bagi seorang pemain voli. Lalu sang pelatih membawanya ke sekolah SMA-nya. Pada awalnya, Pleumjit tidak bermain sebagai middle-blocker tapi sebagai seorang Open Spike, namun sang pelatih melihat dia lebih cocok sebagai quicker karena kecepatannya dan tinggi tubuhnya.


Pleumjit pertama kali tampil untuk tim junior nasional pada tahun 2000. Setahun kemudian, ia berhasil bergabung dengan tim nasional senior karena penampilan mengesankannya di level klub dan junior. Dia Berkarir untuk klub luar negeri pertama kalinya di Cina selama sebulan ketika dia berumur 20 tahun.

Pleumjit mendapat gelar sarjana dan gelar master di bidang Administrasi Bisnis dari Rattana Bundit Universitas Bangkok. meskipun ia sibuk dengan kariernya di voli namun, Pleumjit tidak melupakan pendidikannya. karena menurutnya, pendidikan adalah hal penting dan bermain voli tidaklah selamanya.

Pleumjit berhasil memenangkan Azerbaijan Super League musim 2013-2014, dan medali perunggu untuk klub Azerrail Baku, dia berhasil memenangkan penghargaan Best Spiker di liga Azerbaijan. 

Di level timnas, Pleumjit berhasil meraih berbagai prestasi, diantaranya berhasil meraih Gold medal Asian Cup 2013, dan Asian Championship 2009. serta membawa Timnas Thailand selalu meraih medali emas Sea games dari Tahun 2000-2015 kemarin.

Dengan tinggi badan 180 cm, Pleumjit menjadi momok setiap lawannya. Bahkan tim sekelas Brazil dan Rusia pun dibuat kewalahan dengan Spike tajam dan blok akuratnya pada piala dunia voli 2015 kemarin.

Kini Di Usia yang sudah kepala 3, Pleumjit sudah memikirkan untuk pensiun dan memberikan kesempatan kepada pemain muda Thailand. bersama rekan lainnya seperti Nootsara Tomkom, Wilavan Apinyapong, dan Onuma Sitirak, pleumjit menjadi teladan bagi para Juniornya.
 
Kini Pleumjit membela tim Bangkok Glass dan berhasil memenangkan Thai super League 2016. Berbagai penghargaan pernah ia raih, baik level Asia maupun dunia.
Berikut data dan fakta Thinkaow Pleumjit :

Biodata Thinkaw Pleumjit :
Full name          : Pleumjit Thinkaow
Nickname          : Nong
Nationality         : Thailand
Born                   : 9 November 1983 (Age 32)
Home Town       : Chaiyo District, Ang Thong Province, Thailand
Height                :  1.80 m (5 ft 11 in)
Weight               : 63 kg (139 lb)

Informasi Voli
Position           :     Middle blocker
Current club    :     Bangkok Glass
Shirt number   :     5
Shirt name      :     T.PLEUMJIT

Karir
2003 – 2004         Hong Her
2005 – 2006         Aurum
2006 – 2007         Tan Hao
2008 – 2009         Ereğli Belediye
2011 – 2012         Supreme Nakhonsi VC
2011 – 2012         Fujian Xi Meng Bao
2012 – 2014         Igtisadchi Baku
2014 – 2015         Bangkok Glass  

Tim Nasional
2001 – Present  Thailand

Penghargaan
Women's Volleyball

Kompetisi Timnas Thailand 
Asian Games 2014, Incheon, Korea, Bronze Medal
Asian’s Volleyball Championship 2009, Hanoi, Vietnam, Gold Medal
Asian’s Volleyball Championship 2013, Nakhon Ratchasima, Thailand, Gold Medal
Asian’s Volleyball Championship 2001, Nakhon Ratchasima, Thailand, Bronze Medal
Asian’s Volleyball Championship 2007, Nakhon Ratchasima, Thailand, Bronze Medal
Asian Cup Volleyball Championship 2012, Almaty, Kazakhstan, Gold Medal
Asian Cup Volleyball Championship 2010, Taicang, China, Silver Medal
Asian Cup Volleyball Championship 2008, Nakhon Ratchasima, Thailand, Bronze Medal

Kompetisi Klub
•        Honghe (2004)
•        Aurum (2005)
•        Tan Hao (2006–2007)
•        Ereğli Belediye (2008–2009)
•        Fujian Xi Meng Bao (2011–2012)
•        Supreme Nakhonsi VC (2011-2013)
•        Igtisadchi Baku (2012-2014)
•        Supreme Chonburi VC (2013-2014)
•        Bangkok Glass (2014-2015)

Penghargaan Individu
•        2006 FIVB World Grand Prix (Pool F) "Best Server"
•        2007 Asian Championship "Best Blocker"
•        2007 Asian Club Championship "Best Server"
•        2010 5th Siamsport Awards "Popular Vote"
•        2011 6th Siamsport Awards "Popular Vote"
•        2013 FIVB World Grand Champions Cup "2nd Best Middle Blocker"
•        2013-14 Azerbaijan Super League "Best Spiker"
•        2014–15 Women's Volleyball Thailand League "2nd Best Middle Blocker"
•        2015 Thai-Denmark Super League "Most Valuable Player"

Prestasi Klub
•        2007 Asian Club Championship -  Runner-Up, with Sang Som
•        2009 Asian Club Championship -  Champion, with Federbrau
•        2010 Asian Club Championship -  Champion, with Federbrau
•        2011 Asian Club Championship -  Champion, with Chang
•        2012 Asian Club Championship - 3rd place, with Chang
•        2011-12 Thailand League -  Runner-Up, with Supreme Nakhonsi VC
•        2012 Princess's Cup -  Champion, with PEA Club
•        2012-13 Azerbaijan Super League -  Runner-Up, with Igtisadchi Baku
•        2013 Princess's Cup -  Champion, with PEA Sisaket
•        2013 Thai-Denmark Super League -  Runner-Up, with Supreme Nakhonsi VC
•        2013-14 Azerbaijan Super League - 3rd place, with Igtisadchi Baku
•        2014 Pro Challenge -  Champion, with Bangkok Glass
•        2014-15 Thailand League -  Champion, with Bangkok Glass
•        2015 Thai-Denmark Super League -  Champion, with Bangkok Glass

Timnas Senior
•        2001 Asian Championship -  Bronze Medal
•        2007 Asian Championship -  Bronze Medal
•        2008 Asian Cup -  Bronze Medal
•        2009 Asian Championship -  Gold Medal
•        2010 Asian Cup -  Silver Medal
•        2012 Asian Cup -  Gold Medal
•        2013 Asian Championship -  Gold Medal

•        2014 Asian Games -  Bronze medal

sumber : wikipedia, fivb

Samator Juara Proliga 2016 Putra


Jakarta BNI Taplus harus mengakui keunggulan Surabaya Samator pada laga pamungkas Proliga 2016 di Istora Senayan Jakarta, Minggu (15/5). Tak ada yang bisa dilakukan Jakarta BNI Taplus untuk menghalangi langkah Surabaya Samator memenangi gelar Proliga kelima. Di partai final, Jakarta BNI Taplus menyerah 0-3 pada anak-anak asuhan Djanu Tjahyono.

Samator sukses membantai lawannya dengan mudah dan tanpa perlawanan yang berarti. Gelar kelima ini membuat Samator menyamai prestasi Jakarta BNI Taplus sebagai pengumpul gelar terbanyak.
Beberapa kesalahan yang dilakukan sendiri membuat anak-anak asuhan Eduardo de Paula ini tak bisa membendung langkah Samator di babak pertama yang langsung unggul 4-1.

Pada set pertama, Banyak kesalahan yang dilakukan sendiri saat menerima bola pertama maupun spike dari Rendy Tamamilang membuat Jakarta BNI Taplus menyerah 18-25.

Di set kedua, Jakarta BNI Taplus perlahan bangkit dan satu spike dari Sigit Ardian dan kemudian Mahfud Nurcahyadi membuat BNI Taplus untuk kali pertama punya angka yang sama dengan Samator yaitu 7-7.

Jakarta BNI Taplus mulai mendapatkan angin sejak titik itu dan membalas poin demi poin Samator sehingga skor menjadi sama17-17. Namun Samator yang menyadari kelengahan mereka sendiri merebut tiga poin selanjutnya lewat dua kali smash dan satu serangan BNI Taplus keluar dari garis lapangan.

Jakarta BNI Taplus tak mau menyerah begitu saja dan mengejar poin menjadi 20-22 dan kemudian 22-24. Satu servis Paulo mementahkan perlawanan itu dan menjadikan skor 25-22 untuk Surabaya Samator.

Di set ketiga Surabaya Samator kembali mendapatkan perlawanan ketat, dan selisih angka tak pernah melebihi tiga poin. Jakarta BNI Taplus bahkan sempat menyamakan skor menjadi 19-19. Samator kembali panas dan kemudian menjauh, merebut skor 22-20 dan 24-21. 

Jakarta BNI Taplus sempat membuat para penggemar Surabaya Samator cemas setelah merebut poin selanjutnya menjadi 22-24. Akan tetapi satu spike mengakhiri perlawanan Jakarta BNI Taplus dan membuat Surabaya Samator mempertahankan gelarnya.

Pada set terakhir, Jakarta BNI Taplus bahkan bermain dengan kekuatan Lokal Sepenuhnya karena tidak primanya kedua pemain asing mereka. Padahal pada final four yang berlangsung di Bandung dan Jogja, mereka berhasil menjadi Juara dengan raihan tertinggi.


Faktor stamina memang menjadi penyebab kekalahan BNI Taplus. Dengan skuad yang tidak semuda para pemain samator, BNI tampak kewalahan menghadapi para pemain samator yang diisi pemain muda.

Juara Proliga 2016, Kado Terindah Ulang Tahun Yolla Yuliana



Atlet voli cantik dari tim Jakarta Elektrik PLN, Yolla Yuliana, merasa sangat senang timnya menjadi juara Proliga 2016, yang merupakan gelar juara kedua dalam dua tahun berturut-turut. Elektrik PLN juara setelah mengalahkan Jakarta Pertamina Energi di partai final voli putri, Minggu (15/5) siang WIB. Yolla merasa gelar juara ini menjadi kado ulang tahun terindah baginya.

Elektrik PLN menjadi juara secara dramatis dalam grand final voli putri Proliga 2016 di Istora Senayan. Sempat unggul dalam dua set pertama dengan kemenangan 25-20 dan 25-18, Elektrik PLN menyerahkan set kedua kepada Pertamina Energi dengan skor 17-25 dan 19-25. Beruntung pada set kelima spike keras Aprilia Manganang sukses membawa Elektrik PLN menang 15-8 dan memastikan diri mempertahankan gelar juara.

Yolla Yuliana, atlet voli berpostur tinggi yang bermain di Elektrik PLN, mengaku sangat gembira dengan keberhasilan timnya mempertahankan gelar juara. Pemain voli Elektrik PLN bernomor punggung 15 ini pun mengaku semua latihan selama enam bulan terakhir terbayarkan.

"Senang banget, kita excited banget bisa mempertahankan gelar juara. Back to back Champions! Pokoknya senang banget, rasanya lega banget. Selama enam bulan kita latihan dan semua terbayarkan dengan rasa puas yang sangat besar," ujar Yolla ketika ditemui SportSatu usai pertandingan.

Yolla Yuliana genap berusia 22 tahun pada Senin (16/5). Ketika ditanya perasaannya mengenai gelar juara yang diraih tepat satu hari sebelum hari ulang tahunnya, dengan sangat ekspresif atlet cantik ini mengatakan ini kado terindah dan kemenangan pun dipersembahkan untuk ibu dan keluarga tercinta.

"Iya ini kado! Ini kado paling indah. Alhamdulillah banget, makanya senang banget. Kemenangan ini pastinya buat mama dan keluarga. Mereka di atas sana," ujar Yolla.

sumber : sportsatu.com

Hani Budiarti si pembeda Pertandingan Final Proliga 2016



Pada pertandingan final proliga 2016 putri yang mempertemukan Jakarta Elektrik PLN vs Jakarta Pertamina Energi tadi ada satu nama yang layak menjadi sorotan. Bukan Aprilia Manganang dengan smash Tajamnya, atau Tri Retno Mutiara dengan umpan manisnya, tapi Masuknya Hani Budiarti pada set ke Tiga yang membuat pertandingan kembali seru.

Sempat dicadangkan pada dua set awal, Hani dimasukan pada set ke 3 menggantikan Amasya Manganang. Dengan Keunggulan tinggi badannya, Hani berhasil meredam serangan bertubi-tubi dari Wang Yi Mei dan April.

Beberapa kali pula smash keras dara 19 tahun ini menghasilkan poin bagi pertamina energi. Dan sempat membuat para pemain Elektrik PLN frustrasi. Hani berhasil memberikan motivasi baru bagi rekan-rekannya di lapangan.

Keputusan Risco Herlambang menurunkannya sangat tepat. Disaat blok Para pemainnya tidak berjalan semestinya Hani masuk dan berhasil beberapa kali memblok Wang YI Mei dan April. Serta menjadikan skor imbang 2-2.


Hani yang berpredikat Pemain bermasa depan cerah pada livoli 2014 berhasil memanfaatkan kepercayaan sang pelatih. Pemain yang merupakan anggota TNI AU ini setidaknya sukses memblok 6 serangan elektrik...

Jakarta Electric PLN Putri Berhasil Mempertahankan Gelar Proliga 2016



Jakarta Electric PLN akhirnya berhasil mempertahankan Gelar proliga 2016 setelah menang dengan skor tipis 3-2 melawan Jakarta Pertamina Energi. Pertandingan yang bertajuk duel sua manganang tersebut sangat menguras tenaga dan emosi penonton. Sempat unggul 2-0, Electric terkejar pada set ketiga dan keempat. Hingga akhirnya pertandingan harus dilanjutkan dengan set kelima.
Kapten tim Jakarta Electrik PLN Aprilia manganang menuturkan bahwa timnya sempat kehilangan konsentrasi pada set ketiga dan keempat. Terlalu over confident dan yakin bisa menuntaskan pertandingan dengan 3 set langsung menjadi bumerang bagi timnya.
Namun pada set kelima, timnya berhasil memperbaiki konsentrasi, dengan pengalaman mental yang lebih matang dari tim lawan Electric berhasil menyudahi set kelima dengan kemenangan 15-8.
Jalannya pertandingan
Jakarta Elektrik PLN sangat mendominasi dua set awal dan membuat skor menjadi 2-0. Sayangnya, di set ketiga dan keempat, Jakarta Pertamina Energi mampu balik menekan dan memaksakan hasil pertandingan ditentukan di set kelima.
Di dua set awal, PLN mampu unggul dengan mengandalkan tembakan-tembakan keras dari spiker andalan mereka, Aprilia Manganang, yang didukung Yolla Yuliana. Berkali-kali Aprilia leluasa masuk menyerang dari sisi kiri dan spikenya terus menghasilkan angka. Set pertama berakhir dengan angka 25-20.
Di set kedua, jalannya pertandingan tak jauh berbeda. Aprilia masih menjadi penyumbang angka terbesar meskipun spikenya beberapa kali gagal karena diblok pemain Jakarta Pertamina Energi. PLN pun kembali merebut set ini dengan angka 25-18.
Di set ketiga, kondisi berubah 180 derajat. Pemain Jakarta Elektrik terlihat kelelahan menghadapi serangan Pertamina. Alhasil, pertamina unggul jauh di awal set dan merebut 10 poin berturut-turut. Setelah itu barulah PLN meraih angka pertama, itupun karena kesalahan pemain pertamina. Masuknya Hani Budiarti menggantikan Amasya manganang memberikan warna lain bagi pertahanan pertamina. Berkali-kali Hani Mampu jeblok serangan pemain Electric PLN. Sementara berkali-kali serangan Logan Tom dan Mari berhasil mendulang poin bagi pertamina.
Tak terlihat serangan Aprilia di set ini. Posisi idealnya di sisi kiri lebih sering ditempati Wang Yi Mei yang di set ini sering gagal dalam melepaskan spike. Spikenya berkali-kali masih mampu diantisipasi pemain Pertamina. Di sisi lain, kapten Pertamina, Logan Tom, menemukan kembali performanya dan menyumbang beberapa angka dari spikenya. Set ketiga berakhir 17-25.
Set keempat, penampilan Aprilia dkk belum pulih. Kombinasi serangan Logan dan Mari berkali-kali menghasilkan angka untuk Pertamina. Sementara itu, kombinasi serangan Aprilia dan Yola sering terbaca lawan dan sering melakukan kesalahan sendiri. PLN kembali menyerah dengan angka 19-25.
Baru pada set kelima Aprilia kembali menggila. Berkali-kali spike tajamnya dan sekali serve-nya menembus titik kosong di area Jakarta Pertamina Energi. Tak hanya Aprilia, kali ini Wang Yi Mei juga sukses menyumbang angka dari beberapa spike mendatarnya yang gagal dibendung. Selain itu, servenya mampu menembus titik lemah Pertamina. Set terakhir ini ditutup spike keras Aprilia dan angka menjadi 15-8.
Pada set kelima ini terlihat jelas mental pemain pertamina belum sematang para pemain Electric PLN. Berkali-kali kedua libero muda mereka Tasya, dan Novia melakukan kesalahan. Terlihat jelas tasya sedikit gugup saat poin-poin kritis. Namun salut buat pertamina yang telah berusaha sekuat tenaga. Dan selamat untuk Jakarta Electrik PLN sang Juara Bertahan