DUA TIM VOLI PASIR PUTRI JABAR KANDAS DI BABAK 8 BESAR


Asa untuk meraih medali dari cabor voli pasir harus kandas setelah dua wakil terakhirnya pada kategori putri pada babak 8 besar di lapangan voli pasir Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin 19 September 2016 sore. Tim Jabar 1 ditumbangkan NTB 1 dengan dua set langsung 12-21 dan 7-21
Sedangkan Jabar 2 ditundukkan Jatim 1 sama dengan dua set langsung 16-21 dan 20-22. Kekalahan ini pun membuat Jabar tak memiliki wakil di cabor voli pasir nomor tim putra dan putri.

Di laga Jabar 2 yang diperkuat Risca dan Ratna sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepasa Jatim 1 (Nanda/Riski). Hanya saja karena tampil kurang taktis membuat Jatim mampu merauh poin demi poin dari Jabar. Di awal set pertama, Jabar 2 mampu menempel ketar perolehan Jatim 1. Plessing Ratna membuat Jabar 1 memperkecil ketertinggalan menjadi 6-7 dari Jatim. Sayang, setelah itu Jatim mampu mengunci Jabar di angka 16 sedangkan Jatim di angka 21.
Set kedua, Jabar mencoba mengejar ketertinggalannya. Soalnya, Jabar 2 mamlu membuat pertandingan sama kuat 20-20 melalu spike Ratna. Namun, tak lama dari itu Jatim lalu kembali mengunci kemenangan dengan skor 22-20.
Pelatih tim voli pasir putri Salman Gusniafi Immar mengatakan anak asuhnya telah menampilkan performa terbaiknya. Menurut dia, lawan memang berada di atas Jabar. "Dua tim perjuangannya sudah maksimal. Tapi karena ada aturan di 8 besar bertemu juara pul maka kami bertemu dengan tim yang kuat. Itu karena, para juara diundi lagi," tuturnya.
Mengenai penampilan Risca dan Ratna dia menilai keduanya tampil tidak seperti babak 16 besar kemarin. Menurut dia, Risca dan Ratna kurang bermain taktis. "Jabar 2 tampil sedikit tidak taktis seperti kemarin. Kalau saja bermain kaya kemarin Insya Allah bisa memenangkan pertandingan," tuturnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com

TIM VOLI PASIR PUTERA KALTIM JAGA ASA

Tim kaltim saat melawan Jabar 2

Keinginan tim voli pantai putra Kaltim menembus semifinal PON XIX 2016 masih terjaga. Meski sempat menelan dua kekalahan dari Jawa Timur dan DKI Jakarta, pasangan Subandi dan Muhammad Ihsan mampu mencatatkan nama mereka di babak play off yang rencananya digeber Minggu (18/9) hari ini. 

Kepastian ini diperoleh setelah berhasil menutup babak penyisihan Grup C dengan kemenangan. Menghadapi pasangan dari Jawa Barat 2, Riswanto/Arpan di Lapangan Voli Pantai Arcamanik, kemarin, Ihsan/Subandi menutup pertandingan dengan skor 2-1, (21-19, 17-21, 15-10). Di babak play off, Ihsan/Subandi akan ditunggu pasangan Jawa Tengah 1.

Kendati menang, penampilan keduanya tetap harus dievaluasi. Terutama saat memasuki poin-poin genting. Kemarin, keduanya tampak sering kehilangan konsentrasi ketika memasuki poin krusial. Sempat unggul cukup jauh di set pertama, 14-10, bisa disamakan 16-16. Begitu juga di set kedua. Akibatnya, pasangan Benua Etam ini harus kehilangan set kedua meski sempat unggul 8-6.

Beruntung bagi Kaltim karena Riswanto mengalami cedera. Sehingga lawan tidak bisa tampil maksimal. Pelatih voli pantai putra Kaltim, Arif Sucipto mengatakan, di babak play off, dia meminta para pemainnya untuk tampil lepas. Bekerja all out tanpa melihat hasil. Sebab, peluang meraih kemenangan atas Jateng 1, fifty-fifty. Tinggal bergantung mental bertanding. 

"Kalau dari segi kesiapan teknik dan fisik, saya yakin tidak kalah dengan siapa pun. Termasuk Jateng. Karena materi yang diberikan saat latihan tidak jauh beda. Tinggal mental pas di lapangan. Ini yang paling berpengaruh. Di babak penyisihan grup, kami sudah menghadapi tekanan mental, semoga bisa dijadikan pelajaran sama anak-anak," kata Arif.

Pernyataan senada juga dilontarkan Ketua KONI Balikpapan Roy Nirwan. Di babak play off, pemain Kaltim harus tetap tampil maksimal dan konsentrasi penuh. "Saya mendapat info kalau atlet kita kalah jam terbang. Tapi, itu tidak boleh jadi alasan untuk tampil jelek. Jadi, besok (hari ini, Red) mereka harus memaksimalkan apa yang dipunyai. Jangan merasa kalah duluan," ungkapnya di sela-sela pertandingan. Roy Nirwan dan beberapa pengurus KONI Balikpapan tampak hadir di sisi lapangan untuk memberi semangat kepada atlet.
Sayang, langkah tim putra tidak diikuti tim voli pantai putri Kaltim. Langkah pasangan Meilinda/Jeni dipastikan terhenti, setelah tumbang empat kali di babak penyisihan Grup DD. Yakni kalah dari Maluku, NTB 2, DKI 2, dan terakhir Jabar 1 dengan skor 0-2. 

Voli Pantai Babak Play Off, Minggu (18/9) Hari Ini 
Kategori Putra:
Kaltim (Insan/Subandi)  vs Jawa Tengah 1 (Fauzi/Bagus)
DKI Jakarta 1 (Epi/Gunawan ) vs NTB 2 (Edy/Wendy)
DKI Jakarta 2 (Satrio/Wisnu) vs Jawa Barat 1 (Egi/Rudy)
Sumatra Barat (Harimas/Refky) vs Bali (Made/I Putu)
Kategori Putri: 
Jogjakarta 1 (Vitria/Yokebed) vs Jawa Tengah 2 (Safaatul/Wulan)
Jawa Barat 2 (Risca/Ratna) vs DKI Jakarta 2 (Clara/Maudilla)
Jogjakarta 2 (Feonika/Septiani) vs Jawa Barat 1 (Normalita/Risa)
Jawa Timur 2 (Nur Atika/Novira) vs DKI Jakarta 1 (Dewi/Violla)

sumber : samarinda.prokal.co.id

TIM PUTRI JABAR LOLOS KE 8 BESAR VOLI PASIR PON XIX 2016

Voli pasir Jabar 1 : pon-peparnas2016jabar.go.id
Dua tim putri voli pasir Jawa Barat 1 dan Jawa Barat 2 memastikan diri lolos ke babak 8 Besar setelah menumbangkan lawan-lawannya pada babak 16 Besar di lapangan voli pasir Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Minggu 18 September 2016. Jabar 1 yang diperkuat Risa dan Normalita menumbangkan Yogyakarta dengan skor 2-1 (21-18, 16-21, dan 15-8).
Sedangkan Jabar 2 yang diperkuat Risca Adriani dan Ratna Febriani mengalahkan pasangan provinsi DKI Jakarta 2, Clara dan Maidilla, dua set langsung, 21-18 dan 21-18. Lolosnya dua tim putri tak mampu diikuti tim bola voli putra Jabar.
Pasalnya, Jabar 1 putra yang diperkuat Egi dan Rudi ditumbangkan DKI Jakarta 2 dengan skor 1-2 (22-20, 18-21, dan 11-15). Dengan kekalahan itu, tim putra tidak mengirimkan wakilnya di babak 8 Besar karena tim lainnya yakni Jabar 2 di babak penyisihan Grup C.
Di laga Jabar 2 melawan DKI Jakarta 2, kedua tim sudah saling kejar mengejar angka di set pertama. Hingga kedua tim bermain imbang dengan skor 8-8. Jabar 2 kemudian mulai mencoba meninggalkan DKI 2 setelah spike Ratna mampu mendarat mulus di pertahanan DKI 2. Skor berjarak tiga angga menjadi 14-11 keunggulan Jabar.
Jabar 2 semakin di atas angin ketika jarak tiga angka itu mampu dipertahankan menjelang akhir set pertama di mana Jabar unggul 20-17. Penempatan bola akurat Ratna mampu membuat pemain DKI 2 tak berkutik. Hingga akhirnya, spike Risca mampu mengakhiri set pertama dengan kedudukan 21-18.
Di set kedua, DKI 2 mencoba bangkit melalui beberapa kali permainan ofensif yang menyulitkan pertahanan Risca dan Ratna. Akibatnya, DKI 2 mampu unggul 7-5 atas Jabar 2 hasil dari spike Maudilla. Tak mau kalah, Jabar 2 mulai mengontrol pertandingan hingga membalikkan keadaan menjadi 11-10 melalui Risca.
Sejak saat itulah, Jabar 2 mampu menjaga keunggulannya hingga berjarak dua angka di skor 17-15. Set kedua lalu ditutup oleh spike Risca dengan skor 21-18.
Seusai pertandingan, pelatih tim voli pasir putri Salman Gusniafi Immar mengaku senang dengan performa dua timnya. Menurut dia, hasil tersebut sudah sesuai target yang dicanangkannya.
"Alhamdulillah dua tim kami masuk 8 besar. Ini sesuai target. Anak-anak mampu tampil lepas dan disiplin sehingga memenangkan pertandingan," ujarnya.
Khusus tim Jabar 1, Salman mengaku, timnya sempat kecolongan di set kedua. Untung saja, timnya mampu bangkit kembali hingga mampu memenangkan pertandingan.
"Risa dan Normalita kecolongan di set kedua, set kedua diambil DIY. Anak-anak sempat lengah karena mereka terbawa permainan lawan. Di set ketiga kami bisa mengembalikan lagi kedudukan hingga menang," ujarnya.
Di babak 8 besar, Jabar 2 akan menghadapi Jawa Timur 1 pada Senin 19 September 2016 pukul 14.00 WIB. Sedangkan Jabar 1 akan menghadapi NTB 1 pukul 16.00 WIB.

sumber : pikiran-rakyat.com

Ini dia Skuad Tim Bola Voli Putri Sulut di PON XIX 2016

Skuad Voli Indoor Puteri Sulut : manadopostonline.com

Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow MSi meyakini tim Bola Voli Putri Sulut bakal mengharumkan nama Nyiur Melambai. Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, di Bandung, Jawa Barat, mulai Sabtu (17/9) akhir pekan ini.

Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sulut ini optimis, tim asuhannya dapat meraih medali di perhelatan olahraga terbesar se-Indonesia itu. “Apalagi atlet nasional asal Sulut Aprilia Manganang akan turut membela tanah Nyiur Melambai. Dari segi materi pemain, April (sapaan akrabnya, red) punya skill yang mumpuni,” tukas Manajer Tim Voli Putri Sulut tersebut.
Diketahui, tim Bola Voli Sulut dilepas secara resmi oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung SH, yang juga Ketua Umum PBVSI Sulut. Marpaung didampingi Bupati JWS, Sekretaris PBVSI Sulut Nico Pangemanan, Bendahara PBVSI Sulut Netty Agnes Pantouw, serta pengurus dan para atlet PON Bola Voli Putra dan Putri.

sumber : manadopostonline.com

TIM BOLA VOLI PASIR JABAR BUAT KEJUTAN DENGAN MENGALAHKAN TIM JATIM

Tim Voli pasir jabar (Kaos Biru) :pikiran-rakyat.com

Tim voli pasir beregu putra Jawa Barat 2 secara mengejutkan mampu menundukkan Jawa Timur 1 yang diperkuat para pemain pelatnas pada pertandingan Grup C di lapangan voli pasir sport center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu 14 September 2016. Bahkan, Jabar yang diperkuat Riswanto dan M Arpan ini menang dua set langsung 21-16 serta 22-20 atas Fahriansyah dan M Bostomi.
Kemenangan atas Jatim ini sudah terasa saat Jawa Barat dapat unggul empat angka saat memasuki pertengahan set pertama di mana unggul 14-10. Smash yang dilakukan Riswanto mampu mendarat di area kosong milik Jatim.
Riswanto lagi-lagi membuat Jabar semakin meninggalkan Jatim. Kali ini smashnya mampu membuat Jabar unggul enam angka menjadi 19-13. Dari sinilah terlihat Jatim seperti mulai melepaskan set pertama setelah M Arpan dapat mendaratkan bola di daerah lawan yang membuat skor 20-14, match poin untuk Jabar.

Menjelang set pertama selesai, Jatim sempat memperoleh tambahan dua angka dari Fahriansyah, sebelum akhirnya ditutup dengan skor 21-16. Melalui smashnya Riswanto, membuat dua pemain pelatnas itu harus menyerahkan set pertama.
Di set kedua, pertandingan menjadi lebih menarik karena kedua tim saling kejar mengejar angka. Bahkan, Jatim sempat unggul atas Jabar saat skor 10-8 melalui smash Fahriansyah. Tak lama dari itu Riswanto membuat Jabar mampu mengejar ketertinggalannya menjadi imbang 14-14.
Jabar kemudian kembali unggul 18-17 setelah bola plessing M Arpan. Pertandingan terpaksa harus memasuki babak juice setelah di set kedua ini lagi-lagi bermain imbang 20-20. Namun, setelah itu smash Riswanto mampu menutup pertandingan dengan skor 22-20 untuk Jabar.
Kemenangan perdana Jabar di bola voli pasir itu disambut suka cita oleh pelatih Harsono dan para atlet seusai pertandingan. Menurut Harsono, anak asuhnya mampu menjalankan seluruh intruksi yang diinginkan pelatih.
"Alhamdulillah artinya apa yang kami intruksikan kepada anak-anak bisa dilakukan dengan baik. Ini akan menjadi modal berharga agar anak-anak agar mampu loloa sebagai juara grup pada Grup C," ujarnya.
Menurut dia, sebelum bertanding kedua anak asuhnya ini sempat kalah mental dengan lawan yang merupakan atlet nasional. Namun, Harsono bersyukur anak asuhnya mampu mengatasi hal tersebut.
"Tadi anak-anak sempat kalah memtal larena mereka pemain nasional. Tapi Alhamdulillah telanam itu bisa teratasi. Anak-anak bisa melakukannya dengan baik," ujarnya.
Dia menambahkan, di Grup C ini masih ada dua pertandingan lagi dimana Jabar 2 akan menghadapi DKI 2 dan Kalimantan Timur. Menurut dia, kedua lawan itu sama beratnya sehingga tak ada kata untuk meremehkan lawan.
"Kita mengincar juara grup jadi kita harus selalu waspada. Apalagi semua lawan diperkuat atlet timnas. Kita akan pelajari kelebihan lawan agar kita bisa melihat kelemahannya," tuturnya.
Pada pertandingan lainnya, beregu putra Jabar 1 mampu mengalahkan Bangka Belitung juga dengan 2-0. Sedangkan untuk beregu putri kalahkan Jawa Tengah dengan skor 2-0.

sumber : pikiran-rakyat.com

PROFIL TIJANA BOSKOVIC

 
Tijana Boskovic
Walaupun usianya baru 19 tahun, Tijana Boskovich telah meninggalkan jejaknya di dunia voliinternasional. Setelah kesuksesan karirnya di tahun 2015 Tijana terpilih oleh fans sebagai “Pemain Voli wanita tahun ini” versi Volleyverse pada awal januari 2016. Boskovich mengucapkan terimakasih kepada fans yang telah memilihnya, dan tidak bisa berkata apa-apa selain mengucapkan syukur. “aku senang, semua ini begitu berarti bagiku, dan berarti banyak. Hal ini semakin memotivasi saya untuk bekerja lebih keras dan lebih baik lagi.



Lahir di Trebinje di Bosnia dan Herzegovina , Tijana mulai bermain voli di tim muda klub  Zok Hercegovac pada usia 10 , empat tahun kemudian untuk berlatih  voli yang lebih serius Boskovich bergabung dengan klub Serbia Zok Partizan Vizura hanya. Boskovich tidak banyak bermain untuk timnas senior namun ketika panggilan ke tim nasional Serbia datang, Boskovich tidak menyianyiakannya. Debutnya di usia 17 tidak bisa dianggap remeh, Dengan 22 poin yang ia bukukan, Boskovic memimpin Serbia sebagai pencetak poin terbanyak di pertandingan melawan Turki pada tahun 2014 Kejuaraan Dunia di Italia . Meskipun Timnya kalah dari Turki dengan skor 3-1 dan finish di urutan 2 di Pool B. Namun , kompetisi berakhir untuk Serbia setelah pada Putaran Kedua mereka kalah dari Rusia dan Amerika Serikat dan tidak bisa mencapai urutan tiga terbaik Pool F.

Baca Juga : Profil Thinkaw Pleumjit Quicker Putri terbaik Asia tenggara

“Kejuaraan Dunia bukan kompetisi pertama saya di tim nasional , tapi saya beruntung  bisa bermain di skuad mulai dari hari pertama turnamen. Saya tidak pernah menyangka itu, tapi saat itu saya punya kesempatan untuk bermain di salah satu turnamen terbaik dan berkesempatan menghadapi beberapa tim terbaik di dunia! " , Tijana mengenang pengalamannya .

Tahun 2015 lalu Serbia memenangkan dua medali  yaitu perunggu di Kejuaraan Eropa di Belanda, dan perak di Piala Dunia di Jepang . Dalam kedua kejuaraan Itu Boskovic memainkan peran besar dengan menjadi pemain kunci . Di Belanda ia adalah Topskor dari timnya dengan 89 poin . Pada Piala Dunia dia berada di posisi ketiga top scoring dengan 159 poin untuk timnya .Hasil individu tersebut berhasil dibarengi oleh prestasi terbesar di tahun 2015 dengan lolosnya Serbia untuk kualifikasi Olimpiade Rio 2016.

Boskovic mengatakan Piala Dunia adalah kualifikasi yang paling sulit bagi tim mana pun dengan 11 pertandingan dalam 16 hari dan hanya dua tim terbaik akan mengamankan tempat mereka di Rio 2016. " Kami percaya bahwa jika kita menunjukkan performa terbaik, kami dapat membuat hasil yang baik ," jelas Boskovic .

Namun pada pertandingan terakhir, Serbia nyaris kehilangan kesempatan mereka untuk lolos Olimpiade Rio 2016. pertandingan mereka melawan Argentina yang merupakan partai wajib menang untuk memastikan posisi Serbia lolos ke olimpiade. Meskipun sempat memimpin 2-0 Serbia tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan cepat dan Argentina berhasil menyamakan kedudukan. Saat timnya tertekan, Tijana mengingat kan rekan-rekan timnya agar melakukan apa yang harus dilakukan dan fokus pada pertandingan : " Kami tahu kami harus memenangkan pertandingan untuk pergi ke Rio dan kami melakukannya dengan perjuangan yang tidak mudah " .

Empat turnamen besar dalam 2 tahun sejak debutnya termasuk olimpiade Rio 2016 kemarin adalah berkat rekan-rekannya yang selalu memberi dukungan penuh . " Mereka banyak membantu saya untuk beradaptasi dengan tim ini . saya merasa sudah berada di tim ini lebih lama dari hanya dua tahun " .



Pada olimpiade rio 2016 kemarin, tijana menjadi sorotan, dengan mencetak servis tercepat dalam sejarah voli olimpiade.

Rissing Star baru ini ternyata mendapatkan perhatian salah satu klub terbesar di dunia, Turki Eczacibasi Vitra Istanbul .Bergabung dengan Juara Liga Champions dan Kejuaraan Klub Dunia tahun lalu adalah salah satu langkah besarnya dalam karir Boskovic.

Bermain di tim bertabur bintang dan meraih kesuksesan besar adalah impian setiap pemain , apalagi bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain dengan Idola sendiri. Tapi itu tidak terjadi untuk Boskovic. Bintang Muda Serbia ini menyatakan bahwa ia menghormati banyak pemain , tetapi tidak memiliki idola. Siapa yang tidak terkejut ? Tijana termasuk generasi berani baru yang selalu punya idola , namun mereka memiliki cara mereka sendiri untuk sukses dan itulah bagaimana mereka mengambil segala sesuatu yang mereka inginkan dengan tekad kuat ...
Tijana Boskovic

Profil TijanaBoskovic :
Club               : Eczacibasi VitrA Istanbul
Nationality      : Serbia
Birth Date      : 08/03/1997
Birth Place     : Trebinje
Height            : 193 cm
Weight           : 82 kg

Karir klub :
ŽOK Hercegovac (2010–2011)
ŽOK Partizan Vizura (2011–2015)
Eczacıbaşı VitrA (2015–Present)







PON 2016 - JAWA TIMUR AMBISI KAWINKAN GELAR VOLI DI PON XIX

Tim voli Jawa Timur

Tim Bola Voli putra dan putri Jawa Timur diyakni bisa merebut medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Bandung, Jawa Barat. “Kami sangat optmimistis tim voli putra dan putri Jawa Timur bisa mengawinkan gelar juara dengan meraih medali emas,” kata Manajer Tim Voli Jawa Timur Soeroso, Selasa, 13 September 2016.


Menurut Soeroso para pemain, baik tim putra maupun tim putri, terus berlatih dengan keras. Kemampuan masing-masing pemain, juga kerjasama antar pemain semakin hari semakin baik. "Para pemain menjalani sesi latihan dengan sangat tinggi," tuturnya.

Soeroso tak menampik para pemain voli Jawa Timur termotivasi bonus yang akan diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para atlit yang meraih prestasi dalam PON di Bandung. “Bonus merupakan bentuk dukungan langsung kepada para pemain,” ujarnya.

Soeroso tidak merinci nomimal bonus kepada setiap atlet serta cabang olahraganya. Ia hanya menjelaskan bonus diberikan lewat Bank Jatim. Meski begitu, Soeroso mengingatkan agar pemain voli Jawa Timur tetap waspada kepada setiap lawan.

Soeroso menyebutkan tim voli Jawa Barat dan Jawa Tengah yang harus diwaspadai. Sebagai tuan rumah, tim Jawa Barat akan bermain mati-matian untuk mendapatkan emas. Sedangkan Jawa Tengah terkenal memiliki pemain yang spartan. Itu sebabnya Soeroso mengingatkan para pemain voli putra dan putri Jawa Timur jangan terlalu percaya diri.



PROFIL SI CANTIK YOLLA YULIANA

Yolla Yuliana : bola.com

Siapa yang tidak mengenal Yolla Yuliana, atlet voli putri nasional yang satu ini, memiliki paras cantik, berkulit putih, postur tinggi semampai, dan piawai bermain voli, Yolla Yuliana memiliki atribut lengkap untuk menyandang status primadona voli Indonesia. Meski begitu, status tersebut tak lantas membuat Yolla Yuliana tinggi hati. Dia justru menjadikannya motivasi untuk bisa berprestasi lebih baik di dunia voli.


Ramah, lembut, manja, dan tak segan mengakui kekurangan, itulah Yolla. Kalau bermain jelek misalnya, ia akan meminta maaf lewat sosial media. Tapi di lapangan voli, ia garang  menyerang lawan lewat smash-smash tajam yang didukung postur jangkungnya.

Yolla sudah memikat hati para pencinta olahraga voli di tanah air sejak berkecimpung di kompetisi Proliga sejak tahun 2009 lalu. Setiap aksi-aksi dara asal Bandung ini kerap menyihir para penonton, khususnya laki-laki. Dalam usia yang terbilang masih muda, 21 tahun, karier Yolla memang masih mengalami pasang-surut. Pada kompetisi Proliga Musim 2016 inilah karir Yolla mengalami kemajuan pesat. Selalu tampil sebagai starter dan Dipercaya oleh pelatih Tien Mei, Yolla membuktikan dengan membawa Electrik juara kembali tahun ini setelah pada 2015 lalu juga menjadi kampiun.

Terlahir sebagai anak tunggal, Yolla Yuliana sangatlah beruntung di anugerahi bakat sebagai pemain bola voli handal. Gadis cantik asli Bandung ini mewarisi bakat voli dari Sang Mama, Hj. Mira Mutiara yang juga mantan pemain bola voli handal. Sang Mama mengenalkan Yolla pada dunia voli sejak pemain dengan tinggi 180 cm masih duduk di Sekolah Dasar. Melihat buah hatinya memiliki bakat, akhirnya pada tahun 2006 Mira Mutiara memasukkan putri kesayangannya tersebut ke Klub Bola Voli ALKO Bandung. 

Memulai debut bersama Bogor Prayoga Unitas pada 2009 lalu meski hanya bermain di seri bandung saja karena terbentur ujian nasional. Tahun 2010, Jakarta Elektrik PLN kepincut untuk merekrutnya, meski hanya menjadi pemain pelapis, aksi Yolla selalu ditunggu oleh penggemar Voli Indonesia. Terutama saat seri Bandung, ketika Yolla masuk menggantikan Jutharat, penonton bersorak riuh menyambutnya pada gelaran Proliga 2010 lalu.
 
Yolla Saat memperkuat Jakarta elektrik PLN di final Proliga 2016 :jawapos.com

Pertama dipanggil bergabung dengan tim voli SEA Games saat usianya baru 14 tahun. Akibatnya, sang ABG terkaget-kaget menghadapi disiplin di asrama atlet. Tak hanya semua serba diatur, ponsel yang selama ini menjadi perlengkapan wajibnya pun tak boleh lagi dipegangnya. Padahal, Yolla kangen rumah dan ingin sering menelefon orang tuanya. 'Penderitaan' ini bertambah karena Yollapun tidak nyambung berbicara dengan para seniornya di tim.  Walhasil, Yolla patah arang dan mengundurkan diri. Dua kali Yolla dipanggil bergabung dengan tim voli SEA Games, 2 kali pula ia mengundurkan diri. Hebatnya, ia diberi kesempatan ketiga Namun kali ini Yolla sudah lebih matang dan tangguh. 

Bersama timnas voli Indonesia, Yolla meraih medali perak kejuaraan yunior ASEAN 2008 dan medali perunggu SEA Games2013, serta pada SEA games 2015 lalu kembali mempersembahkan perunggu untuk Indonesia.

Dimata orang-orang terdekatnya Yolla adalah seorang pribadi yang baik dan hangat. Dia juga motor dan contoh bagi teman-temannya di Klub ALKO. Saya yakin dia bisa menjadi pemain voli besar." terang salah satu pengurus ALKO yang enggan disebut namanya.
Kegiatan Yolla diluar voli tidak banyak. Saat ini Yolla masih berkuliah di UNBAR (Universitas Bandung Raya). Serta nonton film di bioskop untuk mengisi waktu senggangnya.
Harapan Yolla untuk karirnya di dunia voli untuk tetap bisa terus eksis walaupun sudah berkeluarga. Karena voli sudah menjadi hobinya sejak kecil.
Walaupun dianggap sebagai primadona voli tanah air, Yolla tidak menjadikannya sebagai beban dan mengambil sisi positifnya. Asalkan tidak mengganggu permainan dan bisa berkontribusi positif untuk dunia voli itu sendiri. Yolla berharap voli di Indonesia bisa semakin tenar dan maju.
Saat ditanya tentang tawaran bermain di luar negeri, Yolla mengaku pernah mendapat tawaran dari Filipina, namun saat itu yolla sedang sibuk dengan kuliahnya jadi tidak bisa memenuhi tawaran tersebut.
Mengenai tatto yang dipunyainya, Yolla beranggapan bahwa tatto tersebut untuk memotivasi dirinya sendiri seperti tatto di dada yang bertuliskan “dream, Believe and make it happen” yang artinya "Bermimpi, Yakin, dan Menjadikannya Nyata."
.Itu adalah quotesnya Agnez Mo karena saya suka dia ujar Yolla.
Yolla Yuliana :  dhemodelz.com











Berikut Biodata lengkap Yolla Yuliana
Nama             : Yolla Yuliana
Panggilan       : Yolla
TTL                 : Bandung, 16 Mei 1994
TB/BB             : 180 cm/73 kg
Posisi              : Quicker
Hobi                : Mendengarkan musik
Atlet Favorit    : Ricardo Kaka

Sekolah:
SD Banjarsari, Bandung
SMP Negeri 5 Bandung
SMA Negeri 10 Bandung
STIA Bagasasi Bandung

Klub:
2006- sekarang PBV Alko Bandung
Proliga 2009 Bogor Prayoga Unitas
Proliga 2010 Jakarta Elektrik PLN
Proliga 2011-2013 Alko Bandung
Proliga 2014 Mannokwari Valeria Papua Barat
Proliga 2015 – 2016 Jakarta Electrik PLN

Karier & Prestasi :
Pemain Terbaik Kejurda antar Klub 2008
Juara Kompetisi IVOBA Senior 2010
Juara Kejurda Antar Klub 2010
Juara I Kejurnas Antar Klub 2010
Juara  PORPROV Jawa Barat 2010
Runner Up Women’s Youth Asian Championship 2010
Juara PON RIAU Provinsi Jawa Barat 2012
Runner Up BSI voliproliga 2014 (MVPB) Manokwari Valeria
Juara Proliga 2015 ( Jakarta Elektrik PLN)
Medali Perunggu SEA Games 2015
Juara Livoli 2015 (Alko Elektrik Bandung)
Juara Proliga 2016 (Jakarta Elektrik PLN)